BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

Mirisnya Pelajar Sekarang


Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

Sakit hati ini lihat beberapa photo yang diunggah oleh akun facebook yang bernama "Gerry Daksa'. Sungguh ini sudah keterlaluan.
Terlihat digambar diatas dia sedang mendekatkan kedua tangannya kepantat sang guru, seolah ingin mengukur atau memegangnya.

Dimana moral dan rasa hormatnya terhadap guru...???
Apa yang menyebabkannya demikian....????
Siapa yang bertanggung jawab terhadap ini?
Orang tua?
Lingkungan?
Guru?
Atau siapa....???

Coba lihat gambar-gambar berikut;




Mungkin kita tak perlu menyalahkan siapa-siapa, yang penting sekarang adalah bagaimana caranya untuk memperbaiki kebobrokan moral tersebut.
"man laisa adab fahuwa Dhab"; Barangsiapa yang tak beradab maka ia adalah biawak.

Tanpa dibarengi adab, sepintar apapun seseorang maka kepintarannya akan mengajaknya kepada kepada keburukan. 

Dengan tanpa maksud berbangga, hanya sekedar merasa bersyukur terhadap nikmat Tuhan. Alhamdulillah Saya merasa sangat bersyukur sudah bersekolah dan berada di lingkungan yang agamis. Diajarkan kitab "Akhlaaqul Baniin", kitab yang memuat panduan akhlak seorang anak. Diajarkan pula kitab "Ta'liimul Muta'allim", berisi tuntunan bagi orang-orang yang ingin menuntut ilmu....
Semoga saya selalu dapat mengamalkan ilmu yang diberikan.

Mudah-mudahan kita dan anak cucu kita selalu di bimbing Allah dalam berakhlak.
Aamiiin.........

Jumat, 15 September 2017

Cemceman


Bismillah, bukan maksudku untuk gibah. 
Aku hanya ingin menceritakan fenomena realita kehidupan yang ada dihadapanku. 

Pekerjaanku membawaku bertemu dengan banyak orang. Kebanyakan dari mereka adalah para pejabat tinggi yg mempunyai kedudukan dipemerintahan, atau pun pengusaha2 sukses. 
Inilah realitanya: Pria-pria berduit ini sering datang bersama istri disertai anak2 mereka. Namun kadang, mereka juga datang dengan selingkuhan selanjutnya kueufemismekan dengan istilah cemceman dan atau dengan istri muda mereka, berdua saja.. Hmmm... 

Cemceman ini bukan PSK lohh... Mereka wanita baik2 juga,, memang sebagian dari mereka sudah dinikahi secara resmi atau bawah tangan dan menjadi istri muda,, tapi rasanya lebih enak menyebut mereka cemceman ketimbang istri muda. 

Bila dilihat dari segi penampilan, memang ada perbedaan antara istri dan cemceman. 
Istri terlihat cenderung lebih bersahaja, malah tampil apa adanya, nyaris tanpa make up, minim perhiasan menghiasi sosoknya. Sementara cemceman, terlihat lebih lebih glamour dan yang pasti lebih muda. 

Apakah ini yg membuat suaminya berpaling dan membagi cinta dengan perempuan lain? Bisakah ini dijadikan pembenaran bagi perselingkuhan...kalo menurutku sih tak ada kondisi yg bisa membenarkan perselingkuhan. 

Tidak ingatkah mereka bagaimana mereka dulu saling jatuh cinta, merangkai mimpi bersama, memulai dari nol segalanya, hingga kini bergelimang harta? Hhhhhffffff.... 

Mengapa seorang istri kurang memperhatikan penampilan, apakah karena terlalu sibuk mengurus anak? Selain itu istri juga lebih sederhana, istri terbiasa belanja berdasarkan prioritas,, karena banyaknya pos2 keuangan yg harus ditutupi, sayang uangnya bila untuk dibelanjakan perhiasan yg dipandang kurang manfaatnya, lebih baik buat biaya pendidikan anak misalnya. 

Sementara cemceman? Semua tuk dirinya sendiri, tak ada yang dipikirkan punya banyak waktu tuk percantik diri. Punya banyak waktu tuk diri sendiri. 

Kenyataan ini membuatku bertanya2, Apakah semua pria suka pada perempuan yg berdandan dan memakai pakaian sexy? Mungkin anda menjawab 'ya' tentu saja;p That's fine and quiet normal aniway... Gapapalah kalau hanya melirik,, asal jgn melirik dua kali, atau bahkan lama2 memandang, zinah mata dong hehehee.. 

Selain perbedaan penampilan, perbedaan juga tampak jelas dari segi sikap pria-pria tersebut. Bila pada istri, mereka tampak biasa2 saja.. Tapi kalo sama cemceman mesraaa banget,,menatap dengan mesra,, seolah penuh binar cinta, tangan digenggam erat,, n sometimes tanpa malu2 they're kissing ooohhh... 

Melihat ini, perasaanku ikut ngilu... Aku pikir mungkin lebih enak jadi cemceman, lebih disayang... Mungkin dengan cemceman pria2 ini merasa lbh nyaman, karena tak ada keluh kesah tentang macam2 seperti bayar ini bayar itu, tak ada rewelnya anak2, lebih tenang jadinya, dan membuat mereka merasa lebih muda. 

Selain itu baik pria maupun wanita sama-sama suka dikagumi, Bagi pria muda atau seumuran,tubuh perempuan muda sudah biasa, tapi bagi pria tua, melihat kemolekan perempuan muda tentu sungguh luar biasa... 

Sebut saja namanya Pak Deni, umurnya nearly 60, tapi perempuan kinyis2 yg disebutnya istri itu paling2 cuma sepertiga umurnya. Dia dengan bangga bercerita bahwa istrinya tau tentang hubungannya dengan si 'ade' ini. 

Pernah suatu kali dia mengajak istrinya jalan2 ke eropa, tapi istrinya tidak mau, malah menyarankannya pergi dengan si 'ade'. Ohh.. Lebih mudah bagiku tuk menyelami perasaan istrinya, kenapa merelakan suaminya jalan dgn perempuan lain. Karena bila sdh pada fase acceptance-- seperti istri Pak Deni yang sudah bisa menerima kehadiran wanita lain dalam rumah tangganya, ia akan cenderung mengalah, bisa jadi dikarenakan rasa minder, perasaan kalah cantik, kalah muda, kalah segala-galanya, khawatir tidak bisa memberi kepuasan pada suami dsb. 
Untuk sampai pada fase ini dibutuhkan keikhlasan yang luar biasa, setelah melalui fase konflik tentunya. 

Sementara apa yang menjadi alasan seorang perempuan mau dijadikan cemceman? Alasan ekonomi sepertinya klasik. Ataukah cinta membutakan segalanya ( love maybe blind, but it can see in the dark hehehe.. Just kidding:p) Aku sebenarnya penasaran, seperti apa anak2 dikeluarga seperti ini, soalnya aku punya teori "ketidaksetiaan awal kehancuran". 

Saran saya untuk para istri, Jadilah istri yang seperti cemceman. Jangan kehilangan kemanjaan seperti saat2 pacaran dulu. Suka kan dimanajain suami,, yah gimana suaminya mau manajain kalo kitanya ga bermanja2. Tak ada salahnya, disela2 kesibukan mengurus rumah tangga, anda tetap punya waktu tuk percantik diri, misalnya dengan rajin olahraga, berdandan dan ke salon tak ada salahnya.dan juga percantik batin, seperti sesekali pergi dengan sahabat dan tertawa lepas, tentu sangat bermanfaat tuk melepas penat. 

Jangan anggap remeh suami, selalulah tampil cantik untuknya, perkaya wacana agar banyak bahan obrolan dengan suami. Sayangi suami seutuhnya, karena Allah. Hanya sekedar saran tanpa bermaksud menggurui:)

Minggu, 03 September 2017

Dua Permohonan Nabi SAW yang Tidak Terkabul

Dua Permohonan Nabi SAW yang Tidak Terkabul

Assalaamu'alaikum Sahabat hanapi Bani.

Ada dua permohonan baginda Nabi Muhammad SAW yang tidak dikabulkan Allah SWT. Justru sebaliknya, apa yang dimohonkan Nabi tersebut, kondisinya semakin tahun semakin bertambah parah dan meluas. Apa saja permohonan Nabi itu?

Permohonan tersebut adalah: yang pertama, "Agar umat beliau (kelak) tidak ber hizb-hizb (berpartai-partai), ber-firqah-firqah (berkelompok-kelompok), dan berpecah belah". Awal keterpecahan dan perselisihan, sehingga terbentuk hizb dan firqah-firqah, sudah terjadi setelah baginda Nabi SAW wafat. Meskipun, pada masa awal setelah Nabi SAW wafat belum mememunculkan firqah apalagi hizb, namun pada masa selanjutnya, yaitu saat Utsman bin Affan RA menjadi khalifah, firqah-firqah mulai muncul.

Firqah bahkan hizb tersebut pada selanjutnya tidak menyempit, malah meluas dan berkembang sejalan dengan pertentangan yang terus terjadi. Saat ini, firqah dan hizb itu sudah berkembang sedemikian rupa, sangat kompleks dari sisi konflik, sehingga sudah sangat sulit untuk mempertemukan apalagi mempersatukan dari semuanya.

Bahkan firqah, hizb atau kelompok-kelompok yang bertindak ekstrem atas nama Islam dan ingin menerapkan Islam secara formal dan ideal, sudah sangat sulit menerima kelompok Islam yang berpedoman moderat (al-wasathiyah) yang berpedoman "menolak kerusakan didaduhulukan atas tindakan mengambil untung".

Permohonan Nabi SAW yang kedua, "Agar umat beliau (kelak) satu dengan yang lainnya tidak saling membunuh". Perselisihan yang mengarah pada tindakan saling membunuh sesama umat Muhammad SAW sudah terjadi di akhir masa kekhalifahan Utsman bin Affan RA. Perpecahan yang didahului dengan terbentuknya firqah-firqah ini, selanjutnya tidak makin mereda, bahkan berujung pada aksi saling bunuh di antara umat Islam.

Aksi saling bunuh di antara umat Islam ini akan terjadi terus sampai akhir zaman. Hal ini sudah terbukti, sampai saat ini umat Islam saling bunuh di antara mereka. Tindakan saling bunuh ini, tidak saja terjadi di wilayah konflik Timur Tengah, tetapi juga terjadi di wilayah Negara Republik Indonesia. Di sini, orang Islam yang terindoktrinasi dengan paham radikal dan ekstrem, dengan tanpa dosa meledakkan bom dan membunuh orang Islam lainnya, dan anehnya mereka ini bermimpi surga dan bidadari.

Itulah kedua permohonan Nabi Muhammad SAW yang tidak dikabulkan oleh Allah SWT. Sehingga kedua hal yang dimohonkan tersebut terjadi sampai sekarang, dan menjadi cobaan bagi umat Islam.

(KH Abdul Nashir Fattah, Rais Syuriah PCNU Jombang)
Protected by Copyscape

Jumat, 01 September 2017

TERIMA KASIH PLN

Hasil gambar untuk Terimakasih PLN
Seperti sudah menjadi tradisi disetiap mati lampu selalu berhamburan kata-kata kotor dan kalimat sampah yang ditujukan kepada PLN. Bungul, tambuk, hungang dan kata-kata tidak pantas lainnya sepertinya menjadi kalimat sahih yang layak di ucapkan. Sungguh miris membacanya, apalagi kalimat itu di tulis oleh orang yang notabenenya berpendidikan.
Penjelasan PLN kalsel/teng sepertinya tidak meredakan kemarahan orang-orang kalap ini. Tuduhan bahwa fihak PLN sengaja mematikan listrik di malam Idul Adha bahkan sempat terlontar “ Orang Islam jua kah bos PLN tu” begitu komentar yang ditulis seseorang. “Jangan pilih lagi Pemimpin yang tidak pro rakyat” kata yang lainnya menimpali. Oh rupanya mati lampu pun bisa dibawa-bawa ke ranah agama dan politik.
Tapi syukurnya diantara sekian banyak kata-kata makian masih ada orang yang berpikiran positif dan berkata “Alhamdulillah .. ada hikmah dari lampu padam sejak jam 14.30 sampai skrg, aku bisa menikmati cahaya bulan secara purna .. hal yg sudah lama tidak lagi kurasakan ....”
Mengapa kita tidak pernah mengambil hikmah dari sebuah kejadian, apakah dengan memaki bisa menghidupkan lampu. Mengapa tidak mencoba menikmati kegelapan, siapa tahu dengan matinya lampu kita bisa bercengkrama bersama keluarga dengan lebih asyik tanpa terganggu suara siaran televisi. Bukankah di malam gulita kita bisa menikmati kecantikan wajah isteri tercinta yang sedang diterpa cahaya rembulan….lantas kita senandungkan sebait puisi “Oh Bulan Datanglah..” persis seperti iklan obat terlambat datang bulan. Ah, sungguh romantis..tis..tis!
Disaat menulis ini suasana dirumahku pun sama dengan mereka yang lagi ngomel-ngomel itu. Yah kita sama-sama mati lampu dan pengap. Namun di benakku saat ini hanya terbayang para petugas PLN yang tengah berjuang dengan peluh dan keringat bercucuran. Sejak tadi malam mereka berjuang sepenuh tenaga memperbaiki jalur transmisi Saluran udara Tinggi yang mengalami gangguan. Aku yakin mereka tengah berusaha mati-matian dan mungkin sedang bergelantungan diatas tiang yang tinggi mempertaruhkan nyawa agar listrik bisa menyala.
Kebetulan aku mempunyai adik yang bekerja sebagai operator di pembangkit listrik PLN. Jadi tahu persis bagaimana perasaan para petugas lapangan itu disaat lampu padam seperti ini. Justru merekalah yang paling tidak menginginkan LISTRIK MATI. Di saat tidak giliran jaga pun kalau listrik mati dia akan berangkat ke gardu induk untuk turut memperbaiki. Bandingkan dengan seorang perawat rumah sakit, apabila ada pasien yang kritis apakah seorang perawat yang sedang tidak bertugas akan mau datang ke rumah sakit. Tapi itulah faktanya mereka begitu sigap bila ada setiap kerusakan.
Tahukah anda disaat mati lampu seperti ini merekalah yang paling sibuk memperbaiki, mereka bekerja tak kenal lelah dari memutar baut, mengangkat material yang lumayan berat, memasang alat pengganti yang entah apa namanya, badan dan baju merekapun berlumuran olie persis montir mobil di sebuah bengkel. Dan dengan mata kepala sendiri saya beruntung pernah menyaksikan itu.
Terlalu naif tuduhan yang mengatakan PLN segaja melakukan pemadaman di malam hari raya . Mereka pun tentunya ingin bergembira merayakan takbir bersama kita. Mereka justru orang yang paling dag dig dug apabila di malam besar seperti itu sampai mati lampu. Namun apa daya yang namanya musibah dan gangguan datangnya bisa kapan saja walaupun kehadirannya sering tak di undang.
Menyalahkan adalah pekerjaan paling gampang di dunia ini. Tetapi kalau kita mengenal dan faham apa yang telah diperbuat dan dikerjakan orang lain tentunya kita akan berpikir seribu kali untuk melontarkan tuduhan dan makian.
Terima kasih PLN…Mudahan malam ini sudah bisa normal. Kasihan tetangga saya sudah terlanjur mengundang organ tunggal,,rugi katanya kalau batal…sudah DP ngga bisa joget!
Protected by Copyscape

UNGKAPAN JENDRAL TURKI MEWAKILI UMAT ISLAM DI INDONESIA


Turki begitu emosional menanggapi serangan mematikan terhadap pos-pos perbatasan di negara bagian Rakhine, Myanmar barat. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 89 orang tewas.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Turki menyuarakan keprihatinan atas serangan tersebut. "Kami mengecam serangan tersebut dan menekankan bahwa masalah di negara bagian Rakhine tidak dapat diselesaikan melalui kekerasan," kata kementerian itu.
Pernyataan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (27/8), kemudian mengatakan, bahwa sangat menyedihkan serangan tersebut terjadi pada saat laporan Komisi Penasehat Rakhine Kofi Annan dirilis.
Kantor Penasihat Negara Aung San Suu Kyi mengatakan, 77 gerilyawan tewas dalam serangan tersebut dan 15 orang terluka. Sedangakn ribua warga etnis Rohingya terpaksa harus mengungsi dan terdampar di perbatasan Bagladesh. Nasib mereka hingga kini masih belum jelas.
Sementara itu, Panglima militer Turksi, Hulusi Akar menyindir Pemimpin Demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi. Menurutnya, bagaimana mungkin seorang peraih nobel perdamaian begitu tega membiarkan penindasan terjadi di depan mata.
"Hanya orang berhati iblis yang membiarkan (pembantaian) itu terjadi di depan matanya. Kami merasa harus membela (warga minoritas Rohingya). Dan jangan paksa kami menggunakan rudal untuk menghancurkan tentara Myanmar," tegas Panglima yang begitu setia kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan itu.


Kamis, 24 Agustus 2017

7 Perbuatan Istri yang Melambangkan Bukan Lagi Seorang Isteri


Para Istri, berhati-hatilah dalam menjaga sikapmu terhadap suamimu. Suamimu adalah ladang syurga bagimu, tapi bisa juga kebalikannya, suamimu bisa menjadi pintu neraka bagimu, bila dia tidak ridha kepadamu.
Berikut ini ada 7 perbuatan melambangkan kamu bukan lagi seorang isteri yang memang seharusnya tidak kamu lakukan kepada suamimu…
1. Ketika suamimu pulang dari kerja, kamu masih sibuk di rumah, tidak menyambutnya di pintu malah tidak memberikan senyuman dalam keadaan dia kepenatan.
2. Makanan suami bukan lagi dari air tanganmu sebaliknya air tangan mamak Restoran. Pakaian suami diberikan kepada tukang dobi untuk dicuci dan digosok.
3. Ketika suami marah menegur mu, kamu menjawabnya dengan leteran dan meninggikan suara kepadanya.
4. Ketika suami duduk bersamamu di rumah, baumu tidak menyenangkan, pakaianmu tidak bersih dan tidak menarik.
5. Rahasia rumah tanggamu diceritakan kepada ibumu, kakak dan juga sahabat handaimu.
6. Tidak berlaku baik dengan keluarga suami malah menghasut suami sehingga meninggalkan tanggungjawab terhadap keluarga suamimu.
7. Tiba waktu solat, kamu tidak mengejutnya bangun untuk solat dan tidak menyuruh melakukan ketaatan, tidak meminta suamimu bertaubat dari dosa dan tidak meminta suami meninggalkan maksiat.
Ya Allah, kurniakan kepada pemuda islam dengan isteri yang sholehah dan kurniakanlah kepada perempuan islam dengan suami yang sholeh.
Aamiin ya robbal alamin

Miliki Hubungan Sedarah dengan Kades (Sampai Derajat Ketiga) Tak Bisa Jadi BPD

Assalaamu'alaikum Sahabat Hanapi Bani.

Diantara sekian syarat untuk menjadi BPD ada yang menjadi sorotan terkhusus bagi keluarga Kades yaitu pada pasal 3 poin f. (Untuk lihat silahkan klik DISINI)

Disana tertulis :
"tidak memiliki hubungan sedarah atau perkawinan dengan Kepala Desa, sampai derajat ketiga."

Yang jadi pertanyaan, "Siapa sajakah keluarga yang berada di derajat ketiga?"


Untuk menjawabnya mungkin kami sedikit memaparkan mengenai hal tersebut yaitu pada KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA (Civil Code) BUKU KESATU-ORANG BAB XIII KEKELUARGAAN SEDARAH DAN SEMENDA(HUBUNGAN PERKAWINAN).


1. Kekeluargaan sedarah adalah pertalian kekeluargaan antara orang-orang dimana yang seorang adalah keturunan dan yang lain, atau antara orang-orang yang mempunyai bapak asal yang sama.
Hubungan kekeluargaan sedarah dihitung dengan jumlah kelahiran, setiap kelahiran disebut derajat.
2. Urusan derajat yang satu dengan derajat yang lain disebut garis. Garis lurus adalah urutan derajat antara orang-orang, di mana yang satu merupakan keturunan yang lain, garis menyimpang ialah urutan derajat antara orang-orang, di mana yang seorang bukan keturunan dari yang lain tetapi mereka mempunyai bapak asal yang sama.
3. Dalam garis lurus, dibedakan garis lurus ke bawah dan garis lurus ke atas.Yang pertama merupakan hubungan antara bapak asal dan keturunannya dan yang terakhir adalah hubungan antara seorang dan mereka yang menurunkannya.
4. Dalam garis lurus derajat-derajat antara dua orang dihitung menurut banyaknya kelahiran; dengan demikian, dalam garis ke bawah, seorang anak, dalam pertalian dengan bapaknya ada dalam derajat pertama, seorang cucu ada dalam derajat kedua, dan demikianlah seterusnya; sebaliknya dalam garis ke atas, seorang bapak dan seorang kakek, sehubungan dengan anak dan cucu, ada dalam derajat pertama dan kedua, dan demikianlah seterusnya.
5. Dalam garis menyimpang, derajat-derajat dihitung dengan banyaknya kelahiran, mula-mula antara keluarga sedarah yang satu dan bapak asal yang sama dan terdekat dan selanjutnya antara yang terakhir ini dan keluarga sedarah yang lain; dengan demikian, dua orang bersaudara ada dalam derajat kedua, paman dan keponakan ada dalam derajat ketiga, saudara sepupu ada dalam derajat keempat, dan demikian seterusnya.
6. Kekeluargaan semenda adalah satu pertalian kekeluargaan karena perkawinan, yaitu pertalian antara salah seorang dari suami isteri dan keluarga sedarah dari pihak lain.
Antara keluarga sedarah pihak suami dan keluarga sedarah pihak isteri dan sebaliknya tidak ada kekeluargaan semenda.
7. Derajat kekeluargaan semenda dihitung dengan cara yang sama seperti cara menghitung derajat kekeluargaan sedarah.
8. Dengan terjadinya suatu perceraian, kekeluargaan semenda antara salah satu dari suami isteri dan para keluarga sedarah dari pihak yang lain tidak dihapuskan.

================================================

Dari paparan diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa diantara keluarga Kades yang tidak boleh ikut BPD adalah;

1. Derajat pertama ; Ayah, Anak, Anak Tiri, Ayah Tiri, Ayah Istri (Mertua laki-laki), Ibu Istri (Mertua Perempuan).

2. Derajat kedua ; Semua saudara dan ipar baik seayah seibu, seayah atau seibu saja.

3. Derajat Ketiga ; Semua paman dan semua keponakan.
Mungkin cuma sebatas itu pemahaman dari kami,
Jika salah mohon dibenarkan di kolom komentar dibawah....

Rabu, 09 Agustus 2017

BALADA OPERATOR SEKOLAH

Hasil gambar untuk ilustrasi kerja operator sekolah
Protected by CopyscapeBALADA OPERATOR SEKOLAH

Ada yang bertanya kepada saya,,,apa kerjanya Operator?

Saya tidak begitu banyak menanggapi pertanyaan itu hanya saya jawab “ya kerjanya tentang data dan biasanya di depan laptop”.
Di suatu saat saya iseng bertanya kepada salah satu operator sekolah,,,”kerjanya operator itu gimana?” pertanyaan saya pendek, kok jawabannya panjang sekali, apa dia sekalian curhat ya!


Operator sekolah menjawab...”pada dasarnya kami bekerja seperti akar, yang bekerja dalam sunyi dan diam tanpa suara, tidak banyak mengeluh dalam melakukan kewajibannya menjadi suplai utama dalam kehidupan baru sebuah POHON,,,ya karena ditanya saya coba menjawab “Aduh saya juga bingung pak,,mau saya jawab mulai dari mana ya? Begini pak, kami kerja kasat mata, tidak terdeteksi, dimanapun dan kapanpun harus bisa...jadwal kami tidak jelas karena kami bukan guru mapel atau guru kelas, kerja wajib sesuai aturan yang berlaku, kerja sunnah sesuai sms/wa yang kami terima baik lewat wa grup atau pribadi, tapi kami banyak kerja sunnahnya daripada wajibnya.



Wajib bagi kami punya laptop (meskipun punya kantor), punya HP Androit ini sebuah kewajiban karena kita butuh akses informasi yang cepat dan akurat (kalau HP pasti beli sendiri karena tidak mungkin dibelikan kantor), punya paketan data, punya kemampuan manajamen yang baik terutama mengatur waktu untuk kerja dan untuk keluarga, ini yang sulit untuk disikapi,,,coba bayangkan, kami bekerja bukan hanya waktu jam dinas tapi waktu di rumah kami banyak menghabiskan waktu dengan laptop dan HP, banyak kegiatan yang harus disesuaikan atau bahkan ditinggalkan untuk menyelesaikan data yang belum selesai, kami dicetak menjadi orang rumahan karena kerja kami duduk di depan laptop (tidak mungkin keluar rumah),,,ada anjuran yang sudah merupakan kewajiban bagi kami ”bangunlah kamu sepertiga malam terakhir, kira2 jam 12 sampai subuh, itu sarapan pagi kami.



Biasanya kami jarang dikenal oleh teman2 di lingkungan kerja kami (lingkup kecamatan) karena jarang bersosialisasi, kami sering duduk di kantor bertemankan laptop dan kertas.



Kami bekerja tidak banyak mengeluarkan keringat...duduk, berdiri, minum, ngemil, bicara, tertawa, menulis, mengetik tapi dibalik itu semua pikiran kami terkuras.



Kami agak alergi dengan kata atau kalimat...perbaikan, kesalahan data, tidak valid, tidak sinkron, rapat mendadak, perubahan data, data terbaru, segera dikumpulkan, terahir hari ini, ditunggu jam ini, di tunggu di dinas hari ini terahir.



Pertanyaan yang tidak asing bagi kami...”gmn dek valid? “sudah selesai dek? “sudah sampai dimana pekerjaannya?,,,jarang sekali yang bertanya “gmn dek sehat? “Ada yang bisa dibantu dek?” Ada kendala apa dek kok belum selesai?.



Berkacamata...

80% kami berkacamata karena aktivitas melihat laptop/komputer sangat tinggi,,,yang belum berkacamata artinya masih menunggu daftar antrian
Terdakwa...Kami jarang dijadikan saksi atau informan,,,apabila ada kesalahan data, data tidak valid, atau SK Dirjen tidak keluar,,,dipastikan kami jadi “TERDAKWA/TERSANGKA” tanpa lewat pengadilan.

Kunker...Kunjungan kerja, bukan hanya anggota dewan yang sering melakukan kunker,,,kami juga sering kunker, banyak tempat2 favorit yang sering kami datangi seperti kantor uptd, kantor dinas, inspektorat, bappeda, dan juga sering berkomunikasi dengan orang2 penting sekelas kabag, kasi dan manajer BOS (pulsa beli sendiri).

Sehat...Kami harus pandai2 menjaga kesehatan karena kami dicetak tidak boleh sakit,,,jika sekolah ada guru yang ikut bimtek/workshop/sakit/ijin pasti bisa diisi oleh guru honorer atau guru pns yang lain,,,tapi jika Operator yang sakit siapa yang akan menggantikan tugas kami,,,artinya kita harus pandai menjaga kesehatan.

Operator itu bilang ke saya...pak, mohon maaf saya tidak bisa menjawab secara lengkap itu hanya sebagian kecil saja, masih banyak tugas operator yang tidak bisa saya sebutkan, karena saya ada panggilan rapat operator di dinas sekarang juga,,,seandainya saya seorang penulis mungkin kisah kami (OPERATOR) ini bisa dijadikan sebuah cerpen.
 
Copyright © 2014 PLPG Powered By Blogger.